Minggu, 22 November 2009

Pelestarian Bahasa Indonesia

Naskah Lomba Pidato Non Teks SMP N 18 Bogor
Assalamualaikum Wr. Wb
Dewan juri yang saya hormati . Teman-teman yang berbahagia . Pada kesempatan kali ini saya Vanya Azalia perwakilan SMPN 18 akan menyampaikan sebuah pidato dengan tema “Pentingnya Pelestarian Bahasa Indonesia”.
Kalau boleh saya mengutip definisi bahasa dari Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-3 yang disusun oleh Pusat Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka di sana dinyatakan bahwa bahasa merupakan lambang bunyi yang digunakan oleh suatu anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. Dari kutipan tersebut ada hal yang menarik dan perlu kita garis bawahi, yaitu bahasa merupakan identitas diri seseorang yang menggunakannya. Begitu pula dengan Bahasa Indonesia yang sudah tentunya menjadi identitas setiap bangsa Indonesia. Hal ini juga berarti bahwa bahasa merupakan cerminan dan sikap dari seseorang dalam berinteraksi. Sebagai identitas diri, bahasa akan menjadi penunjuk karakter dan kepribadian pemakai bahasa tersebut.
Sudah hampir 81 tahun bahasa Indonesia ada sejak Sumpah Pemuda ke-2 dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928. Sejak itu bahasa Indonesia sudah mengalami banyak perubahan dan perkembangan yang tentunya diharapkan memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Namun terlepas dari hal itu kita tidak boleh menutup mata dengan kemajuan teknologi dan informasi yang sangat luar biasa pesat, hal tersebut tentunya akan berpengaruh buruk terhadap kelestarian budaya bangsa yang salah satunya adalah bahasa Indonesia.
Ada beberapa hal mengapa bahasa Indonesia perlu kita lestarikan, yang pertama tantangan pengaruh globalisasi. Kita sama-sama tahu bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi bangsa kita, maka kita harus terus menggunakan bahasa Indonesia. Akan tetapi akibat pengaruh globalisasi yang berpengaruh buruk terhadap perkembangan bahasa Indonesia, yang kini hampir sudah tidak mendapat tempat di hati bangsa kita sendiri. Salah satu buktinya yaitu sekarang, jika kita berkunjung ke tempat wisata-wisata yang cukup besar, Bahasa Indonesia itu hanya 50% digunakan, sedangkan 50%nya lagi sudah digantikan dengan bahasa Inggris. Selain itu saya ambil contoh yang lain yang cukup sederhana, sekarang hampir seluruh sekolah di kota Bogor belomba-lomba menjadi sekolah SBI, yaitu Sekolah Bertaraf Internasional yang cenderung lebih mengutamakan kemahiran berbahasa Inggris. Sehari-hari para siswa diharuskan memakai bahasa inggris padahal belum tentu bahasa Indonesia yang mereka gunakan sudah baik, sopan dan sesuai dengan aturannya. Memang bahasa Inggris sudah menjadi bahasa Internasional yang jika kita tidak menguasainya kita akan kesulitan bersosialisasi dengan masyarakat dunia atau internasioanal tetapi haruskah bahasa yang kita cintai bersama ini tergantikan fungsi dan kedudukan oleh bahasa asing. Tidak adakah cara yang lebih bijak agar setiap generasi muda anak bangsa mampu berbahasa asing dengan baik tanpa mengabaikan bahasa Negara mereka sendiri.
Yang kedua rendahnya minat para generasi muda. Saya pernah dengar di sekitar kita sekarang para generasi muda lebih suka menggunakan bahasa Inggris. Misalnya si A bertanya "Hay apa kabar?" lalu si B menjawab Fine. Nah dari percakapan sederhana seperti itu saja untuk menjawab kabar baik harus dengan bahasa inggris. Apa susahnya jika kita menjawab dengan bahasa Indonesia. Ada yang mengatakan kalau tidak memakai bahaa Inggris tidak keren atau kata anak jaman sekarang tidak gaul, padahal belum tentu yang diucapkannya itu sudah benar.
Kita tahu Indonesia mempunyai 33 provinsi yang setiap daerahnya memiliki bahasa tersendiri. Dengan demikian bahasa Indonesia itu merupakan salah satu alat yang ampuh untuk mempersatukan adat istiadat yang berbeda itu. Kalau tidak ada bahasa Indonesia bagaimana jika kita berkomunikasi dengan orang yang berbeda daerah dengan kita, hal itu tentu akan mempersulit kita karena kita harus mengerti bahasa dari daerah lain. Selain itu bahasa Indonesia itu merupakan warisan budaya bangsa kita yang bernilai tinggi. Bayangkan jika kita tidak memakai dan melestarikan bahasa Indonesia, sama saja kita melenyapkan budaya bangsa kita.
Lalu apa yang harus dilakukan kita untuk melestarikannya? Yang pertama pelajari bahasa Indonesia dengan sungguh-sungguh. Sebenarnya bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari itu masih sebagian kecil dari bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia ada yang disebut dengan EYD yaitu Ejaan Yang Disempurnakan. Belum tentu kan apa yang kita ucapkan itu sesuai dengan EYD. Kedua tidak merasa rendah memakai bahasa Indonesia. Terkadang anak zaman sekarang ada yang suka menyelipkan bahasa Inggris dalam percakapan mereka. Memang tidak ada salahnya memakai bahasa Inggris tapi jika masih bisa memakai bahasa Indonesia kenapa tidak?
Dan yang paling penting, berperan aktif dalam mengembangkan Bahasa Indonesia. Saya berterima kasih kepada SMAN 5 karena telah mengadakan lomba sastra seperti ini. Sebenarnya kegiatan seperti ini salah satu cara melestarikan bahasa Indonesia. Dengan kegiatan tulis menulis seperti ini membuat para generasi muda lebih mengerti bagaimana cara memakai Bahasa Indonesia dengan benar, mengerti kenapa bahasa Indonesia itu perlu dilestarikan dan yang paling penting kita semua bisa menghargai bahasa Indonesia.
Oleh karena itu saya harap kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan. Tidak hanya di SMAN 5 saja tetapi di tempat-tempat yang lain juga, agar dapat menciptakan generasi yang cinta berbahasa Indonesia. Sekian dari saya, mohon maaf bila ada kata dan perilaku saya yang kurang berkenan di hati.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar